Rabu, 29 September 2010

UNTUK SENYUM INDAHNYA

Pedang kebencian terhunus, namun tak kuasa ku tancap pada kesombongannya.
hanya sabar yang aku punya menghadapi tingkahnya...
seperti berjalan diantara caci maki...
laksana bermandi lumpur kerapuhan...
aku di cumbu kehinaan...tertampar luka dan duka.
kan ku rangkai harinya, coba sisihkan 3 hari untuk selamanya.
memaksanya bersanding dengan ketidakberdayaan.
meminta bahagia walau sejengkal senyum.




HUFT


Aku menanti sebuah senyuman, menunggu setiap keanggunan.
kupu-kupu bersorak, mngutamakan ceria dari sebuah do'a.
ciptakan hari dari tumpukan jerami kekaguman.
aku pijarkan cinta, meminta hatimu dengan penuh iba.
bukan hanya berjuang mencari secuil bahagia, namun ketentraman bahtera.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar