Hujan membasuh setiap amarahku, mengaburkan asa ku.
aku hanya ingin menopang langkah kakinya, namun ter eliminasi keangkuhan nya.
aku bangga dengan rasa yang ada, teriakan lantang ku terdengar jauh sampai ke ujung waktu.
dia begitu sempurna di mataku, sampai kadang pikiran ku tak sanggup berimajinasi tentang tingkah buruknya.
bila pagi harus pergi, ceritakanlah tentang hari-hari lelahmu...
atau katakan semua hal yang kau benci dari diriku, agar aku mampu bersanding dengan aura cantikmu.
.y, Sayang....
BalasHapus