Tak cukup waktu mengenal tingkahmu, tapi beruntung sekedar mengagumi mu...
ini bukan aku, tapi keegoisanku yang tak mampu menahan sakit terhujam sepi.
bukan sekedar canda tawa yang aku cari, tapi senyum yang hakiki.
hingga mungkin ajal tak punya keberanian mengusik kisah ini.
walau tanpa sadar, bayangmu tak selalu jadi permaisuri...karena terjamah sang lelaki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar