ketika raga tak mampu jadi rumah, menaungi jiwa dari pijar silau kerapuhan.
aku bukan keindahan , namun dapat meneduhkanmu dari resah dunia.
bila kilaunya cuma biarkan berlalu jadi sempurna...
maafkan cintaku yang terlalu dalam, hingga tanpa sadar tangan tak mampu menyambut jemariku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar