Memetik sari dr setiap perjuangan, mengubah dunia dr sudut pandang egoisme. Mungkin bkn saat ini …..
Yakinkan setiap luka adalah ikhlas dr diri, memanjakan hati mengukuh kan keimanan. Benar jika itu benar, salah jika itu salah. . . . .
Maaf kan benih yg pernah ku tanam, benih kebencian yg tax termaafkan.
Biaskan semua yang terpendam jadi cemoohan,
Mengusik pribadi yang berseberangan.
Ragaku rapuh, lunglai berpeluh…
Mengusik empati tuk sekedar membelai janji.
Tak cukup rasanya bibir kelu berhias busa dari kata maaf,
Sesal hanya berbekas, tak sekalipun berbuah manis nan indah.
Sekali lagi ku bersujud, menginginkan kebesaran hatimu.
Menengadah meminta ampunan sgala cengkeraman khilaf ku dulu.
Ini kan jadi cambuk buat hari-hariku kelak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar